Berbagi Hati, Berbagi Peduli

Sabtu, 18 April 2020

Sebanyak 370 paket sembako amanah donatur telah didistribusikan kepada 370 kepala keluarga yang berprofesi sebagai guru ngaji, pengemudi ojek online, pedagang asongan, supir taksi, pemulung, sopir angkot hingga tukang parkir yang merasakan dampak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek, Lampung dan Palembang.
 


Rasa syukur terungkap jelas di mata Bu Ena. Pedagang nasi uduk di Lampung ini mengaku, uang modalnya sudah habis, simpanannya pun terkuras. Sebelumnya, janda 3 anak ini didatangi 'orang koperasi keliling' yang menawarkan pinjaman. Tapi Bu Ena menolak. Ia tak ingin memberi makan anak-anaknya dengan uang riba. Alhamdulillah, paket sembako titipan donatur sampai ke tangan Bu Ena pagi ini. Di antara isaknya yang pelan, berkali-kali mulutnya mengucap terima kasih. 
 

Pak Dudi (bukan nama sebenarnya) juga merasakan kebahagiaan yang sama. Selama 4 hari, pedagang asongan yang menjual masker di pinggir jalan di wilayah Bekasi ini tak pulang ke rumahnya. "Saya bingung, tak ada uang yang bisa dibawa pulang," tuturnya sedih. Setelah menerima paket sembako, ia pun pamit. "Isteri saya pasti senang."
 

Lihat VIDEO.
 

Sedekaholik, jangan berhenti sampai di sini. Teruslah berbagi, menebar kebaikan, menerbitkan kebahagiaan di wajah-wajah duafa. Bisa jadi melalui rasa syukur mereka, doa-doa Anda menembus langit dan membuka pintu rahmat-Nya. ⁣

Donasi paket sembako masih dibuka. Insya Allah akan didistribusikan untuk keluarga duafa dan pekerja informal lainnya di Jabodetabek, Lampung dan Palembang.

Klik DONASI sekarang. Mari wariskan kebaikan.⁣

Late Post